Warren Buffett Quotes

News on Philanthropic Issues

Loading...

Philanthropic Works

Loading...

Video Bar

Loading...

Sunday, February 06, 2011

Menggali Potensi Filantropi lewat LAZISMU

Jum'at, 27 Agustus 2010 , 15:56:00 WIB
Rakyat Merdeka

FILANTROPI atau sering diterjemahkan dengan “kedermawanan sosial” memiliki akar yang sangat kuat dalam Islam. Praktik filantropi dalam Islam biasanya merujuk pada penyelenggaraan zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Untuk itu, sebagaimana halnya dengan shalat, puasa, dan ibadah haji, Islam juga mengajarkan secara detail bagaimana zakat harus dihitung dan dikelola.

Dalam rangka menggali gerakan filantrofi islam di Indonesia LAZISMU dan Maarif Institute menggelar peluncuran dan bedah buku, "Melayani Umat: Filantropi Islam dan Ideologi Kesejahteraan Kaum Modernis" karya Hilman Latief, di Aula Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Jl. Menteng Raya 62 Jakarta kemarin Kamis, (26/08) dengan Moderator M. Khoirul Muttaqien, Presiden Direktur LAZISMU.

Dalam sambutannya, Fajar Riza Ul Haq, Direktur Eksekutif Maarif Institute sangat apresiatif dengan hadirnya buku karangan Hilman Latief ini. Buku ini sebagai bukti bahwa intelektualisme masih bisa digalakan terlagi filantrofi Islam bagian yang tak bisa dianggap remeh untuk menuai kesejahteraan bagi kaum miskin, apalagi dalam buku ini banyak membedah kaum modernis membicarakan format kesejahteraan umat.

Hilman dalam penuturannya merasa bangga bisa menyelesaikan buku yang sangat dinanti-nantikan oleh umat sebagai kerinduan akan gerakan kedermawanan sosial. Dia juga menambahkan bahwa buku ini adalah karangan yang sangat spesial bagi perkembangan Muhammadiyah yang memang bergelut dalam gerakan sosial khususnya LAZISMU.

“Saya ingin mengatakan bahwa gerakan filantrofi yang dilakukan LAZISMU harus bisa diselaraskan sebagai solidaritas komunal, LAZISMU juga harus punya keprihatinan universal agar bisa mencapai civil society. LAZISMU harus bisa menjadi grand maker bagi pendayagunaan masyarakat miskin,” sebut Irfan Abu Bakar, Direktur Eksekutif CSRC yang juga tampil sebagai pembicara.

Bagi Arifin Purwakananta, Direktur Program Dompet Dhuafa, yang paling terpenting dari gerakan filantrofi Muhammadiyah adalah menjaga eksistensi kepeloporan amal usaha yang telah lama dimiliki oleh Muhammadiyah. Dengan semangat menjalankan visi al-Ma’un Muhammadiyah telah menjadi pemicu bagi gerakan kepeloporan sosial di negeri ini. Kaum Modernis yang menjadi backbone aktifitas sosial dan dakwah telah membentuk gesture program bagi akar rumput.

Dengan adanya bedah buku ini, M. Khoirul berharap LAZISMU sebagai gerakan zakat nasional, bisa menjadi LAZ yang terpercaya bagi perkembangan filantrofi islam.

Salurkan zakat, infaq, sedekah, dan donasi lainnya melalui LAZISMU dengan nomor rekening:BCA (Zakat:8780040077,Infaq:8780040051), Mandiri (Zakat:123.000.5117.405, Infaq:123.000.5117.371), Syariah Mandiri (Zakat :009.0033333, Infaq: 009.0066666). Layanan jemput Zakat melalui Customer Care, M. Nurul Ikhsan (085852615102) atau Kantor LAZISMU (021-31 50 400). [adv]

http://www.rakyatmerdeka.co.id/news.php?id=2355

Followers

Search

Loading...

Recent Comments

Guest Booker

Recent Visitors

Sociable