Wates- Sabtu (16/08/2008), Susan Erb, petugas dari UNHCR-UNICEF (Lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang menangani Lansia di Nepal, India dan juga Indonesia mengunjungi Pemeriksaan Kesehatan di Posyandu Lansia “SAKINAH” yang dikelola Aisyiyah di Gunung Gempal, Giripeni, Wates, Kulonprogo, Yogyakarta. Dalam kesempatan ini Susan didapingi Nuryadin S. Sos dari MKKM PWM DIYdan Dra. Hj. Siti Wardanah Muhadi, S.H. dari PP Aisyiyah menemui sekitar 130 lansia yang dilayani relawan dari ibu-ibu Aisyiyah setempat.
Menurut Endang Daruwati, SE Ketua Program Posyandu Lansia ini kepada Susan, program ini sudah berjalan secara resmi sejak 25 Februari 2006, yang salah satu programnya adalah mengusahakan terjaganya kesehatan jasmani dan rokahni kalangan lansia di daerah Gunung Gempal ini. Menurutnya, dalam kegiatan ini Aisyiyah dibantu oleh tenaga medis dari Rumah Sakit PKU Muh Wates, Mahasiswi STIKES Aisyiyah Yogyakarta dan relawan kader Aisyiyah Wates yang kebetulan berprofesi sebagai tenaga medis seperti dokter dan perawat. “Kami mengadakan Pemeriksaan kesehatan yang dirangkai pengajian ini sebulan sekali dan senam lansia seminggu duakali “ terang Endang kemudian.
Selanjutnya Endang menjelaskan bahwa dalam pengelolaan Posyandu ini pengelola menghadapi hambatan berupa kurangnya prasarana, masih perlunya dukungan dana dan juga belum semua Lansia di lingkungan itu bisa hadir sesuai dengan jadwa yang ditentukan karena tidak adanya pendamping yang mengantarkan ke lokasi Posyandu.
Kesan dan Saran
Susan yang berasal dari Amerika dan tinggal di Inggris ini berkesempatan mewawancarai langsung beberapa Lansia tentang latarbelakang keluarga, harapan dan juga kesan aan Posyandu Lansia ini. Dalam wawancara yang diterjemahkan oleh awak redaksi website muhammadiyah tersebut terungkap bagaimana senangnya Lansia mengikuti program Posyandu itu. “Kulo diparingi susu teng mriki” (Saya diberi susu disini) ungkap salah satu peserta yang mengaku sudah ditinggal meninggal dunia suaminya.
Dalam kesempatan itu Susan menyatakan sangat terkesan dengan program Aisyah, karena menurutnya menambah penemuan hal-hal unik yang dia dapatkan di Muhammadiyah. Susan sempat menyarankan agar pengelola Posyandu membuat program yang memungkinkan para Lansia bertukar pengalaman dengan para remaja dan pemuda. Karena menurutnya program semacam itu akan membuat mereka merasa tidak terbuang. ”Sekaligus bagi yang muda agar bisa belajar dari pengalaman hidupnya” terangnya dalam bahasa Inggris. (arif).
http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=1276&Itemid=2

